site stats
Sains & Teknologi

Penemuan Fonograf Awal dimulainya Revolusi Industri Musik

Awal mula diketemukan dan dibuat pada tanggal 21 November 1887

Penemuan Fonograf Awal dimulainya Revolusi Industri Musik, ditemukan oleh Ilmuwan Thomas Alva Edison. Sebagai salah satu ilmuwan paling aktif di masanya, sudah ratusan bahkan ribuan penemuan yang dihasilkannya. Dan bahkan setelah 83 tahun wafatnya, hasil penemuan-penemuannya masih sering digunakan oleh manusia dan menjadi cikal bakal penemuan lain yang merubah hidup manusia.

Salah satu penemuan fenomenalnya adalah Fonograf, alat pertama kalinya yang dapat merekam suara pada kertas timah yang mengelilingi sebuah silinder beralur.  Thomas Alva Edison yang juga mendapat julukan penyihir dari Menlo Park (sebuah kota di  distrik San Mateo, California di Amerika Serikat, di Wilayah Teluk San Francisco).

Walaupun penemuan fonograf ini kualitas suara yang dihasilkan masih buruk dan hasil rekaman hanya dapat diputar hanya beberapa kali, tetapi ini merupakan cikal bakal industri rekaman yang masih terus berlangsung sampai saat ini.

Penemuan dari Thomas Alva Edison yang mencatatkan namanya di kurang lebih 425 paten, kebanyakan mencakup tiga bidang teknologi,  lampu dan kelistrikan, Perfilman dan perekam suara, terbanyak di antara bidang-bidang lainnya.

Kontribusi terbesar dari banyak penemuannya tertuju pada Jaringan Komunikasi dan Media Massa dan jaringan komunikasi dunia, lewat sejumlah penemuan terkait telegram.

Sampai sang Ilmuwan ini meningga, tidak kurang dari 2.332 penemuannya telah dipatenkan di seluruh dunia, dan di Amerika sendiri sudah mempunyai 1.093 paten teknologi yang dirintis sejak tahun 1872.

Namun, dari ribuan penemuan yang telah Edison hasilkan, lima di antaranya tercatat menjadi yang paling terkenal sekaligus mampu merubah hidup umat manusia, salah satunya adalah Fonograf.

Fonograf

Tahun 1877 mungkin merupakan awal tahun keemasan bagi Inspirasi Thomas Alva Edison dengan alat Fonograf ini seperti  dilansir dari History.com,  menemukan fonograf saat dia bekerja di laboratoriumnya di Menlo Park, distrik San Mateo, California di Amerika Serikat.  Muncul ide dan keinginan untuk dapat merekam percakapan dan memutar ulang hasil rekamannya tersebut.

Fonograf

Pada Awalnya, Thomas Alva Edison dan assistennya membuat draf sketsa gambar alat yang dapat membuat mesin yang dapat membunyikan kembali kata-kata setelah di ucapkan dan direkam. Alat yang terdiri dari silinder alumunium yang dibungkus foil aluminium yang terhubung dalam diafragma melingkar, dan sebuah jarum yang  akan menggoreskan alumunium foil.

Fonograf milik Edison dapat mengubah suara yang dikeluarkan di depan sebuah corong penerima menjadi sumber energi untuk menggerakkan sebuah jarum di atas lempengan timah. Gerakan dari jarum akan membuat guratan-guratan pada timah yang menjadi sumber suara ketika akan diputar ulang dengan sebuah pengeras suara.

Edison kemudian menyempurnakan alat perekam suara ini menggunakan sebuah piringan hitam untuk menggantikan lempengan timah.

Lagu “Mary had a little lamb” pun tercatat sebagai lagu pertama yang berhasil direkam di dunia. Uniknya, Edison sendiri lah yang menyanyikannya.?

Rekaman tersebut tidak hanya berhasil menggemparkan ilmuwan lain di lab-nya, tetapi juga seluruh dunia, serta menandai lahirnya industri rekaman musik dunia.

Fonograf tersebut akhirnya diproduksi massal dan dijual untuk umum di tahun 1890 hingga 1925.

Dia kemudian memberikan nama fonograf dan mematenkan penemuannya. Pertama dalam sejarahnya mengumumkan ke dunia Berita bahwa ada alat yang bisa merekam suara dan mengulang suara menjadi kabar baik dalam industri musik.

Edison menyadari penemuannya akan memberikan pengaruh besar kepada dunia. Pada 1878, majalah Amerika The North American Review menuliskan hasil dari konsep fonograp temuan Edison, tujuannya adalah agar pembaca bisa memahami konsep temuan itu dan bisa tersebar ke berbagai kalangan.

Edison sendiri juga memikirkan kegunaan alat ini untuk kepentingan kantor. Berawal dari situlah mulai berkembang menjadi alat perekam yang mengagumkan, yang mampu hadir untuk melayani pencinta musik.

Pada 1906 Edison meluncurkan melalui perusahaannya, National Phonograph Company, memberikan serangkaian pilihan musik kepada publik  Masyarakat dunia mulai mengenal dan menikmati alat ini.

Edison dan perusahaannya juga mengembangkan fonograf dengan tujuan bersaing di pasar rekaman populer. Sejak berkembangnya alat itu, industri musik semakin berkembang dengan berbagai lagu yang direkam dalam alat khusus.

Namun, pada 1920-an, bisnis rekaman mulai lesu dengan pertumbuhan radio. Hingga kemudian pada 1929 produksi rekaman milik perusahaan Edison berhenti selamanya.

Tetapi penemuan ini saat sekarang masih tetap merupakan industri rekaman yang tiada berakhir

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker