Sains & Teknologi

Mengenal Kanker Darah Penyakit yang Diidap Ani Yudhoyono

Mengenal Kanker Darah Penyakit yang Diidap Ani Yudhoyono, Kanker darah salah satu jenis penyakit kanker yang paling umum. Banyak orang mengenal kanker darah sebagai leukimia, padahal leukimia hanya merupakan salah satu dari jenis kanker darah.

Kanker darah sendiri adalah sebutan umum untuk sekelompok penyakit kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah di tubuh. Dirangkum dari berbagai sumber

Daftar Isi

1. Apa itu Kanker Darah?
2. Gejala
3. Penyebab
4. Faktor Resiko Kanker Darah
5. Diagnosis
6. Pengobatan

Apa Itu Kanker Darah?

Dilansir dari halaman American Society of Hematology, kanker darah adalah kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah, sebagain besar sel darah berawal dari sumsum tulang yang merupakan tempat diproduksinya darah.

Sel induk yang ada dalam sumsum tulang belakang akan menjadi dewasa dan berkembang menjadi tiga jenis sel darah yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit). Ketiga jenis sel darah ini memiliki fungsinya masing-masing.

Sebagian besar kanker darah menyebabkan perkembangan sel darah normal terganggu akibat dari pertumbuhan dari sel darah yang abnormal. Sel darah abnormal atau bisa juga disebut sebagai sel-sel kanker ini mencegah sel darah normal untuk menjalankan fungsinya seperti untuk melawan infeksi hingga mencegah pendarahan.

Ini beberapa Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan

 

Gejala

1. Pembengkakan kelanjar getah bening

Apabila kanker darah yang menyerang termasuk dalam jenis kanker limfoma (kalenjar getah bening), maka salah satu tanda khasnya adalah benjolan muncul di sepanjang sistem kelenjar getah bening. Ketua Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik (PERHOMPEDIN) Profesor Dr dr Arry H Reksodiputro, SpPD-KHOM, menjelaskan spesifiknya benjolan umum muncul di area leher, ketiak, dan pangkal paha.

2. Mudah memar

Ciri khas kanker darah adalah munculnya memar secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Hal ini karena kanker membuat fungsi pembekuan darah terganggu sehingga perdarahan yang terjadi di bawah lapisan kulit akan sulit untuk berhenti. Memar tanda karena kanker darah seiring berjalannya waktu bisa semakin luas.

3. Penurunan Berat badan

Penurunan berat badan yang mendadak tanpa sebab yang jelas juga bisa jadi tanda awal penyakit kanker darah. Dokter dari Perhimpunan Onkologi Indonesia, Dr dr Noorwati, SpPD, KHOM, menjelaskan fenomena ini disebut kaheksia atau malnutrisi kompleks. Ia menjelaskan kaheksia terjadi karena sel kanker menyerap nutrisi dari tubuh pasien.

“Sel kanker membuat karbohidrat atau zat gula di dalam tubuh penderitanya terkuras, mereka juga mengeluarkan zat yang membuat lemak leleh, otot leleh. Akibatnya berat badan sebagian besar penderita kanker bisa turun drastis,” kata dr Noorwati beberapa waktu lalu.

4. Kelelahan atau mudah lemah

Karena produksi sel darah yang terganggu, seorang penyandang kanker darah bisa mengalami gejala anemia seperti kelelahan ekstrem. Konsultan onkologi anak Profesor Dr Max F.j. Mantik, SpA(K), pernah mengatakan karena anemia ini juga seorang pasien mungkin akan terlihat pucat.

5. Demam dan infeksi

Kanker menyebabkan terganggunya fungsi sel darah dalam melawan infeksi, maka seorang pengidap akan jadi berisiko terserang berbagai penyakit lainnya. Pada kasus pengidap kanker darah infeksinya akan lebih sulit sembuh dibanding pasien lain karena sistem imunnya yang lemah.

6. Gusi membengkak dan membesar

Peningkatan ukuran gusi, juga dikenal sebagai hiperplasia gingiva, biasanya hanya ditemukan pada sebagian kecil pasien leukemia akut. Namun, ini adalah salah satu gejala leukemia yang paling jelas.

“Jika Anda memiliki pasien dengan leukemia, Anda selalu melihat di mulut mereka untuk melihat apakah gingiva semakin membesar,” kata Dr. Crilley.

Penyebab

Apa yang menjadi penyebab kanker darah? Penyebab kanker darah yaitu pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel darah. Normalnya, sel-sel darah di dalam tubuh mengikuti jalur pertumbuhan teratur, pembelahan, dan kematian tapi sel-sel kanker darah tidak.

Sel-sel penyebab kanker darah tidak mati secara otomatis. Selain itu, sel-sel kanker darah yang tidak normal dapat menyebar ke daerah lain, menekan sel darah normal dan menghambat fungsinya.

Secara umum para ilmuan masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab kanker darah. Namun, para ahli menduga bahwa perubahan dalam DNA bisa membuat sel-sel darah yang sehat menjadi kanker.

Kanker ini juga memiliki kecenderungan genetik. Jika keluarga terdekat Anda seperti orangtua, saudara kandung, kakek, ataupun nenek memiliki riwayat penyakit ini, maka Anda pun berisiko memilikinya juga.

Selain itu, ada juga faktor-faktor lain yang bisa jadi penyebab kanker darah. Di antaranya paparan bahan kimia berbahaya, paparan radiasi, serta infeksi virus tertentu.

Faktor risiko tersebut antara lain seperti faktor genetik, paparan radiasi, paparan bahan kimia, virus, efek samping kemoterapi, sindrom Myelodysplastic, dan karena adanya kelainan darah.

Faktor risiko kanker darah

Faktor risiko kanker darah juga bisa dibedakan berdasarkan jenis kanker darahnya. Berikut adalah faktor risiko kanker darah leukimia, limfoma, dan myeloma:

1. Faktor risiko leukimia

Faktor risiko kanker darah leukimia adalah:

  • Paparan radiasi tingkat tinggi
  • Paparan bahan kimia secara berulang
  • Kemoterapi
  • Down syndrome
  • Riwayat leukimia dalam keluarga.

3. Faktor risiko myeloma

Faktor risiko kanker darah myeloma adalah:

  • Usia di atas 50 tahun
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Mengidap penyakit Gaucher
  • Memiliki riwayat keluarga pasien myeloma (orang tua, anak, atau saudara kandung)
  • Orang keturunan Afrika-Amerika
  • Obesitas
  • Terpapar radiasi
  • Bekerja di industri yang berkaitan dengan minyak bumi.

2. Faktor risiko limfoma

Beberapa faktor yang meningkatkan seseorang terkena limfoma adalah:

  • Lanjut usia
  • Berjenis kelamin pria
  • Memiliki riwayat penyakit autoimun
  • Mengidap HIV/AIDS
  • Diet tinggi lemak dan daging
  • Terpapar pestisida tertentu

Faktor risiko bukan merupakan penyebab kanker darah, tapi hanya dapat meningkatkan kemungkinan seseorang dapat terserang oleh penyakit tersebut. Tidak perlu merasa panik atau khawatir jika memiliki salah satu atau lebih faktor risiko yang disebutkan di atas.

Individu yang berisiko terkena kanker darah sebaiknya menghindari faktor pemicu dan menerapkan pola hidup sehat untuk menunrunkan risiko terkena kanker darah. Memeriksakan kesehatan secara rutin juga menjadi hal yang penting dilakukan untuk memastikan Anda aman dari penyakit tersebut.




Diagnosis

Jika seseorang diduga terkena kanker darah, maka akan dilakukan serangkaian pemeriksaan kanker sebelum dilakukan diagnosis.

Pemeriksaan ini juga berguna untuk mengetahui jenis kanker darah yang diderita. Mengenali jenis dan gejala kanker darah sangat penting, agar perawatan yang diberikan juga tepat.

Dilansir dari blood-cancer.com, berikut adalah rangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker darah:

1. Pemeriksaan riwayat kesehatan
Akan dilihat riwayat kesehatan melalui beberapa pertanyaan tertulis dan verbal.
Tujuannya untuk mengetahui apa dan seberapa lama gejala kanker darah yang dialami. Pemeriksaan riwayat kesehatan anggota keluarga dekat, obat-obatan yang pernah dikonsumsi, riwayat penyakit lain, alergm tes kesehatan yang pernah dijalani sebelumnya dan imunisasi,.

2. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik yang umumnya dilakukan dengan cara inspeksi visual (melihat), palpasi (merasakan), auskultasi (mendengarkan, umumnya dengan stetoskop), perkusi (mengetuk untuk menghasilkan suara).

Tujuannya untuk menerukan ciri-ciri kanker darah. Dokter juga akan mencari tanda seperti memar, pendarahan tidak biasa, dan perubahan pada kulit. Pemeriksaan pada area tubuh untuk mendeteksi perubahan seperti bagian tubuh mengeras, melunak, atau menyakitkan ketika disentuk juga akan dilakukan.

3. Tes darah
Terdapat beberapa jenis tes darah yang dapat dilakukan untuk diagnosis kanker darah:

  • Complete blood count (CBC) atau tes darah lengkap, adalah tes yang dilakukan untuk mengukur jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit. Hasil tes ini mencakup jumlah hemoglobin, presentasi sel darah merah atua hematokrit dan terkadang juga mengukut kadar 5 jenis sel darah putih yang berbeda.
  • Peripheral blood smear, merupakan tes tindak lanjut jika ditemukan adanya hasil abnormal pada CBC. Tes ini bertujuan untuk mendeskripsikan penampilan sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah, beserta dengan kelainan yang mungkin terjadi.
  • Blood chemistry atau chemistry panel, merupakan tes yang dilakukan untuk menngetahui tingkat abnormal unsur tertentu seperti elektrolit atau beberapa protein dalam darah. Selain mendiagnosis kanker, hasil tes ini juga dapat menjadi indikator masalah kesehatan lainnya.
  • Blood clotting test atau tes pembekuan darah, dilakukan untuk mengetahui apakah darah menggumpal atau membeku secara normal. Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah gejala seperti memar atau pendarahan yang Anda rasakan benar merupakan gejala kanker darah.

4. Urinalisis
Urinalisis atau sering kita tahu yaitu tes urin, tes urin adalah untuk menilai fungsi ginjal. Tes ini juga bisa dilakukan selama dan setelah perawatan kanker untuk mengetahui fungsi ginjal dan kesehatan secara umum.

5. Biopsi kelanjar getah bening
Jenis kanker darah tertentu memerlukan biopsi kelenjar getah bening untuk memastikan diagnosisnya. Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Pengambilan jaringan kelenjar getah bening dilakukan menggunakan jarum atau melalui bedah.

6. Aspirasi dan biopsi sumsum tulang
Sebagian kanker darah memengaruhi sumsum tulang. Jika hal ini terjadi maka harus dilakukan aspirasi dan biopsi untuk membantu diagnosis, sampel sumsum tulang yang diambil umumnya adalah bagian tulang panggul.

Tes ini membutuhkan anestesi dan sering kali masih menyebabkan rasa sakit dan perasaan tidak nyaman selama berlangsung.

7. Pemeriksaan genetik
Pemeriksan sitogenetik dilakukan untuk melihat potensi kelainan kromoson atau mutase pada kanker darah.

Terdapat dua jenis pemeriksaan yaitu polymerase chain reaction (PCR) dan fluorescent in situ hybridization (FISH).
Kedua tes ini tidka dapat melihat perubahan kromoson secara keseluruhan, namun dapat membantu mendeteksi mutase genetik yang spesifik dan dikenal.

Pemeriksaan genetik tidak hanya membantu dalam diagnosis, tapu juga dalam prognosis, pemilihan pengobatan yang tepat, memantau efektivitas pengobatan yang dipilih.

8. Flow cytometry
Flow cytometry adalah tes yang dilakukan untuk mengindentifikasi sel berdasarkan jenis antigen atau penanda pada permukaannya.

9. Lumbar puncture atau spinal tap
Lumbar puncture atau spinal tap adalah prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan sampel cairan serebrospinal yang merupakan cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang sebagai bantalan. Tujuan tes ini adalah untu mengetahui apakah kanker telah menyebar ke cairan serebrospinal.

10. Tes pencitraan
Tes pencitraan dilakukan menggunakan peralatan medis untuk melihat gambaran tubuh. Beberapa jenis tes pencitraan yang dilakukan untuk diagnosis kanker darah adalah seperti:

  • X-ray atau rontgen dada, dilakukan untuk mengambil gambar dada termasuk paru-paru, jantung, arteri besar, tulang rusuk, dan diagragma. Dilakukan jika dicurigai terjadi infeki pada paru-paru.
  • CT scan, dilakukan untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke organ tertentu, seperti limpa.
  • MRI, dilakukan untuk melihat gambar struktur internal tubuh, dapat digunakan untuk memeriksa otot dan sumsum tulang belakang.
  • USG, dapat dilakukan untuk memeriksa kelerjar getan bening dan organ lain yang berpotensi mengalami pembengkakan di perut seperti ginjal, hati, atau limpa.

Jenis pemeriksaan kanker darah di atas adalah pemeriksaan yang umum dilakukan.

Rangkaian tes mungkin dapat berbeda untuk jenis kanker darah yang berbeda. Dokter akan menentukan langkah-langkah pemeriksaan berdasarkan hasil dari pemeriksaan sebelumnya.




Pengobatan

Pengobatan untuk kanker darah tergantung pada jenis kanker, penyebaran kanker, usia dan kesehatan pasien secara keseluruhan, serta resepon pasien terhadap pengobatan. Beberapa pengobatan kanker darah yang umum termasuk:

  • Kemoterapi. Kemoterapi adalah penggunaan obat antikanker yang dirancang untuk mengganggu dan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Kemoterapi untuk kanker darah kadang-kadang terdiri dari pemberian beberapa obat bersama dalam satu set pengobatan ainnya. Selain itu, kemoterapi juga dapat diberikan sebelum transplantasi sel punca.
  • Terapi radiasi. Prosedur ini dapat digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker atau untuk mengurangi rasa nyeri atau tidak nyaman saat gejala kanker darah muncul. Prosedur ini dilakukan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker. Walaupun terapi radiasi paling sering digunakan sebagai obat kanker, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien yang tidak terkena penyakit ini, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid.
  • Terapi target. Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal.
  • Transplantasi stem cell. Transplantasi stem cell akan menanamkan stem cell pembentuk darah yang sehat ke dalam tubuh. Stem cell dapat dikumpulkan dari sumsum tulang, darah perifer, dan darah tali pusat.
  • Imunoterapi
    Imunoterapi adalah perawatan kanker untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang meningkatkan akan membunuh sendiri sel-sel kanker yang menyerang tubuh.
  • Leukapheresis
    Leukapheresis adalah prosedur yang dilakukan untuk mengurangi jumlah sel darah putih dalam darah.
    Caranya adalah degan menyaring darah dengan alat khusus untuk kemudian dikembalikan ke dalam tubuh. Perawatan ini dapat dilakukan jika jumlah sel-sel leukimoa tinggi dan melebihi jumla sel-sel normal dalam darah.

Diambil dari berbagai sumber

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker