site stats
InspirasiTips

Magnet Rejeki – Simple but Powerful

Mengapa Google menjadi tempat kerja paling membahagiakan?gaji besar, makanan besar dan cemilan gratis, disediakan tempat tidur siang, fasilitas sarana olahraga, desain kantor yang keren, spot selfie  yang beragam,

Semua itu memang bikin asyik kerja di Google. Tapi ada satu hal yang nggak banyak orang tahu, yang membuat Google menjadi salah satu tempat kerja paling membahagiakan di planet ini.

Ini rahasia  tips Magnet Rejeki – Simple but Powerful Chade-Meng Tan

Chad Meng, adalah seorang insinyur dan sebelumnya bekerja di Kent Ridge Digital Laboratories Singapura selama 5 tahun , salah seorang Assabiquunal Awwaluun (orang-orang pertama yang bekerja) di Google (Dia karyawan No.107) adalah otak yang merancang sebuah program untuk menciptakan suasana membahagiakan di Google.

Dia menggagas sebuah program untuk karyawan Google namanya Search Inside Yourself Programnya banyak dan unik-unik.  Dirancang untuk membantu Karyawan Google meningkatkan kecerdasan dan kesadaran emosional mereka, membuat mereka menjadi karyawan yang lebih bahagia dan lebih produktif, serta atasan yang lebih baik. Pada akhirnya, tujuannya adalah untuk membuat dunia pada umumnya menjadi tempat yang lebih bahagia bagi semua orang.

Tapi Obrolan santai kali ini  mau share satu aja yang menurut saya simple tapi jleb.

Meng mengajarkan Kembangkan kebiasaan untuk memberikansukses kepada orang lain.

Meng mengajarkan sebuah latihan pikiran selama 10 detik saja. Pikirkan dua orang yang ada di ruangan ini, lalu katakan dalam hati,

Saya mendoakan dengan tulus agar si A bahagia. Saya mendoakan dengan tulus agar si B bahagia.

Latihan simpel ini ternyata telah mengubah banyak orang. Setiap orang yang sudah mempraktikkan ini akan tersenyum dan merasa lebih bahagia dibanding 10 detik yang lalu.

Meng pernah mengajarkan praktik ini di sebuah seminar. Dia menyarankan kepada audiens untuk mempraktikkannya besok saat kerja. 10 detik setiap jam. Pilih secara acak dua orang yang melintas di kantornya. Karena ini cuma dalam pikiran, tidak ada hal yang menyulitkan atau memalukan.

Pada hari Rabu Meng mendapat email dari salah seorang yang mempraktikkan latihan ini : “I hate my work, I hate coming to work every single day. But Inattended your talk on Monday, did the homework on Tuesday, and Tuesday was my happiest day in 7 years“.

Mengapa praktik ini begitu efektif untuk menciptakan suasana bahagia dalam hati ?

Ketika mempraktikkan latihan ini saya baru sadar bahwa sumber stress adalah karena kita sibuk memikirkan diri kita. Coba cek doa-doa kita. 99% untuk kebaikan, kebahagiaan, kekayaan diri kita sendiri.

Kayaknya nggak pernah deh kita menyelipkan doa setelah (sholat atau menjalankan ibadah kepercayaan lain) untuk tetangga yang lagi punya ujian, tukang nasi goreng yang malam-malam lewat, petugas PLN yang ngecek meteran, bahkan tukang sampah.

Padahal salah satu sumber kebahagiaan itu ternyata adalah melakukan kebaikan untuk orang lain, altruisme.

Dan sebaliknya, sumber ketidakbahagiaan adalah selfish, egoisMe, selalu Me Me Me (aku aku aku).

Makanya orang yang paling bahagia itu adalah Rasulullah SAW. Hidupnya hanya untuk kebahagiaan orang lain Doa-doa dan harapannya untuk orang lain, bahkan kata terakhir di penghujung hayatnya adalah Ummatii…(Umatku)

Dan Rasul SAW juga pernah kasih satu resep kebahagiaan yang mungkin saja Chad Meng terinspirasi dari sini :

Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (saudara seislam [ukhuwah islamiyah], dan saudara sesama manusia [ukhuwah basyariyah]) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama”. (HR. H Muslim No. 4912)

Mari kita saling mendoakan, menjelang akhir tahun 2018 ini kita semua mendapat keajaiban dan kebahagiaan

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker