site stats
Indonesia

Lukisan Alam Warisan Dunia – Karst Sangkulirang – Mangkalihat

Lagi-lagi Indonesia memang Indah dan besar,  Kutai Timur dan Kabupaten Berau di Provinsi Kalimantan Timur, Karst Sangkulirang – Mangkalihat siap untuk menjadi Situs Warisan Dunia Lukisan Alam Warisan Dunia – Karst Sangkulirang – Mangkalihat, dinyatakan sebagai pusat keanekaragaman tumbuhan di dunia oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).

Dari Kota Samarinda, Karst Sangkulirang-Mangkalihat bisa ditempuh sekitar 9 jam dengan bis, mobil carteran (mobil pribadi) melalui jalan-jalan bekas perusahaan kayu. Perjalanan dari Samarinda akan melewati Sangatta dan Bengalon sebelum mencapai Sangkulirang.

Ketika menemukan lukisan goa saat penelusuran goa-goa di Kalimantan pada tahun 1988, Luc-Hendri Fage dan timnya dalam penelitian Arkeologinya menyingkap epik sejarah migrasi manusia di Asia Tenggara.

Penemuan lukisan cap tangan, figur manusia dan binatang  membuka mata dunia kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat menempati posisi penting dalam perjalanan sejarah migrasi manusia dari daratan Asia.

Lukisan-lukisan prasejarah itu ditemukan di 35 tempat di tujuh pegunungan karst di Semenanjung Sangkulirang-Mangkalihat (Merabu, Batu Raya, Batu Gergaji, Batu Nyere, Batu Tutunambo, Batu Pengadan dan Batu Tabalar). 5000 hingga 10000 tahun yang lalu para pemburu dan peramu dari Asia daratan secara bergelombang mendatangi Kalimantan yang berlanjut ke wilayah Selatan, Timur, hingga Asia Pasifik.

Mereka mengabadikan jejak-jejak  kehidupannya dalam lukisan-lukisan goa. Lukisan-lukisan itu menunjukkan bahwa kawasan ini telah dihuni sejak ribuan tahun yang lalu.

Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang memiliki luas 1,8 juta hektar, juga salah satu dari 10 daerah ekosistem karst  di dunia terancam punah.  Karst ini merupakan bentang alam kompak dan tidak terpisahkan yang meliputi 13  Kecamatan dan 111 Desa

Karst wilayah Sangkulirang-Mangkalihat memiliki wilayah inti ekosistem seluas 550.000 hektar. Kawasan karst  memiliki beberapa nilai penting, seperti nilai sosial budaya ilmiah, dan nilai ekonomi.

nilai ilmiah termasuk litologi, struktur geologi mineral, situs fosil, arkeologi, paleontologi, dan keragaman tinggi flora dan fauna endemik. nilai-nilai sosial dan budaya termasuk keberadaan gua-gua sebagai tempat suci untuk kepentingan ritual, estetika layak, rekreasi, dan pendidikan.

Sementara nilai ekonomi mencakup sumber bawah tanah air sungai, cadangan batu kapur dan semen, serta pariwisata.

Pemandangan dari Karst Sangkulirang-Mangkalihat dihiasi bukit-bukit hijau dan bukit-bukit yang curam dilengkapi dengan sebuah gua bawah tanah yang memegang jejak kehidupan manusia purba.

Di dinding batu kapur yang sudah ada sejak 10.000 tahun sebelum Kristus lukisan tangan terukir begitu ajaib.

Sebuah penelitian arkeologi telah menemukan 37 gua dihiasi dengan lukisan dinding bergambar cap tangan,  hewan, dan perahu. Hal ini juga ditemukan alat-alat batu, tulang, dan wadah yang terbuat dari tanah liat. Para arkeolog memperkirakan manusia purba ikut berperan dalam migrasi di Karst Sangkulirang-Mangkalihat ke Selatan, Timur, dan Asia Pasifik.

Itu sebabnya manusia purba di Karst Sangkulirang-Mangkalihat bisa menjadi generasi pertama dari manusia yang datang ke Nusantara.

Dalam Karst Sangkulirang-Mangkalihat juga menemukan lorong panjang gua sungai dengan ornamen khas seperti stalaktit gourdamm, stalagmit dan Flowstone yang memancarkan kristal kalsit. Karst Sangkulirang-Mangkalihat juga menjadi habitat penting Orang Utan Pongo Pygmaeus.

Tim peneliti dari The Nature Conservancy (TNC) dan mitra telah berhasil mengidentifikasi 120 jenis burung, 200 jenis serangga dan antropoda dengan 1 jenis kecoa raksasa, 400 jenis flora dan 50 jenis ikan.

Termasuk diantaranya juga beberapa jenis baru yaitu ikan Nemacheilus Marang dan Kalacemeti Sarax Sangkulirangensis sp. nov., dan Sarax mardua sp. nov. Pada tahun 2008, 2009 dan 2011 tim yang melakukan survey di Gunung Beriun, berhasil mengindentifikasikan kawasan itu sebagai habitat utama Orang Utan.

Pada tahun 2013, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur – Indonesia mendaftar Karst Sangkulirang-Mangkalihat sebagai warisan budaya dunia yang mewakili Indonesia. kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat masuk daftar  sementara dari Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kita harus kuat menahan gempuran pembangunan, jangan sampai  Karst Sangkulirang-Mangkalihat ini menjadi pabrik Semen!

Tags

1 thought on “Lukisan Alam Warisan Dunia – Karst Sangkulirang – Mangkalihat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker